Sunday, July 19, 2009
Friday, February 20, 2009
pertama
ternyata ini tulisan pertama di tahun 2009. hehehe. agak keabai nih blog yang satu ini. soalnya sudah banyak ide tapi gak tau, kok ya susah melaksanakannya.
baiklah, aku harus nulis apa ya. hari ini cukup melelahkan. apalagi kondisi fisikku agak menurun karena sepertinya virus flu mulai menyerang.
oh ya. hari ini aku merasa bete banget. bete terhadap diriku sendiri. mosok. dari dulu sampai sekarang, tidak pernah berubah. maksudku, sifat-sifat burukku kok masih tetap bercokol. malas, swing mood dan lain-lainnya. bagaimana bisar bisa berubah ya. aku kan pengen jadi orang yang lebih baik.
baiklah, aku harus nulis apa ya. hari ini cukup melelahkan. apalagi kondisi fisikku agak menurun karena sepertinya virus flu mulai menyerang.
oh ya. hari ini aku merasa bete banget. bete terhadap diriku sendiri. mosok. dari dulu sampai sekarang, tidak pernah berubah. maksudku, sifat-sifat burukku kok masih tetap bercokol. malas, swing mood dan lain-lainnya. bagaimana bisar bisa berubah ya. aku kan pengen jadi orang yang lebih baik.
Tuesday, December 30, 2008
hmmmm
Mulai tahun baru nanti, aku berjanji berusaha untuk tidak jadi orang yang resek. Maksudnya tidak mengeluarkan basa-basi tidak penting. Ternyata basa basi yang kelihatannya remeh itu bisa membuat orang depresi. Yaa, pengalaman pribadi sih. Karena aku merasa itu tidak enak, aku tidak akan melakukannya ke orang lain.
Yang kedua, aku berjanji untuk sering tersenyum. Wajah pas-pasan begini bakal keliatan jelek kalo cemberut terus, meskipun tidak akan berubah jadi cantik, banyak senyum bisa mengurangi sedikit lah kadar kejelekannya. Hehehe.
Apalagi ya. Mungkin berusaha untuk bisa menutup mulut dan tidak sembarangan berbicara. Paling tidak untuk mengurangi orang yang sakit hati dengan kata-kataku yang ceplas ceplos. Ya ya. menutup mulut sepertinya jadi agenda wajib plus utama tahun depan.
Yang kedua, aku berjanji untuk sering tersenyum. Wajah pas-pasan begini bakal keliatan jelek kalo cemberut terus, meskipun tidak akan berubah jadi cantik, banyak senyum bisa mengurangi sedikit lah kadar kejelekannya. Hehehe.
Apalagi ya. Mungkin berusaha untuk bisa menutup mulut dan tidak sembarangan berbicara. Paling tidak untuk mengurangi orang yang sakit hati dengan kata-kataku yang ceplas ceplos. Ya ya. menutup mulut sepertinya jadi agenda wajib plus utama tahun depan.
Thursday, November 20, 2008
sakit
mestinya memang aku melupakannya. sudah berkali kali dia melukaiku. tapi tetap saja dia masih ada. menempati satu ruang yang paling dalam. mungkin sekarang saatnya. menghapusnya dari setiap helaan nafasku.
Wednesday, October 29, 2008
cemburu
Dan aku cemburu pada mereka. Karena belum menjadi bagiannya. Karena belum bisa tertawa tentang hal yang sama. Karena belum sempurna.
Tuesday, October 07, 2008
Terajam
Situasi ini datang lagi. Situasi yang membuatku merasa terdorong hingga ke pojok kemudian dirajam rame-rame. Sakit, perih dimana-mana. Dan parahnya, aku tidak bisa berbuat apa-apa. Hanya diam. Tangis kesakitan pun hanya bisa tersimpan dihati. Sepertinya, aku akan mengalami situasi ini berulang kali. Dalam waktu yang lebih lama, lebih sering. Mungkin selamanya. Aku tidak tahu.
Friday, September 26, 2008
Laskar Pelangi
Setelah sempat tertunda sehari, akhirnya jadi juga nonton Laskar Pelangi. Tadi jam 14.15 di Royal Plasa bersama dengan lima kru JP lainnya plus Zaki dan Ais, anaknya Bunda dan Mbak Ayi, aku nonton film bikinan Riri Reza itu. Beberapa teman sempat menghalangi niatku untuk menonton film itu. Katanya sih bakal merusak imajinasi yang tercipta dari buku. Tapi aku ngotot nonton. Soalnya dah kadung suka dengan cuplikannya di video clipnya Nidji.
Acara nonton sempat terancam batal karena yang lain dah pada masuk studio dan aku terjebak macet. Mana harus membawa satu kardus besar makanan pesanan teman dari Jogja. Sempet bingung juga harus naruh makanan dulu di kos atau langsung ke Royal dengan resiko dus bernilai 300 ribu itu tetep diatas motor dan dicolong orang. Opsi kedua yang aku ambil. Habis ngebet banget liat film yang diadaptasi dari buku pertamanya Andrea Hirata itu. Tepat 14.20 aku nyampe di depan studio 1 dan film dah dimulai lima menit sebelumnya. Gak papalah gak liat openingnya. Yang penting nonton.
First impression, kok dialognya kayak baca gitu ya. Kok anak-anaknya kaku gitu ya. Bayangan jelek itu langsung kelindes dengan pikiran kalo mungkin budaya ngomong disana kayak gitu. Adegan terus berlangsung dan aku tetap tidak terlalu terkesan. Tapi overall, yang jadi Mahar pas banget. Kemlinti, eh apa ya bahasa Indonesianya, pokoknya bener-bener seperti bayanganku. Yang lain, mmm. Agak gimana ya. To be honest, yang memukau hanya angle gambar sama soundtracknya. Dan disela-sela film, Ais melontarkan kalimat yang jadi quote of the day. "Bunda remotenya mana, diganti aja filmnya."
Apapun itu, aku angkat jempol buat Riri Reza dan Mira Lesmana. Terbayang deh betapa stres dan tersiksanya mereka. Khawatir dicaci karena pembaca buku kecewa dengan filmnya, bingung nyari pemain yang bukan artis tapi bisa berakting. Terus harus segera syuting karena film kudu tayang pas libur lebaran. Keliling Belitong buat nyari lokasi yang pas. Belum lagi brainstorming dengan banyak orang, mulai dari Andrea Hirata, orang asli Belitong sampai dengan banyak pihak yang berkepentingan dengan film ini. Duh. Capek pasti. Kerja keras mereka tetap harus dihargai. Jadi, film Laskar Pelangi tetap layak tonton. Hanya, jangan bawa high expectation saat melangkahkan kaki masuk pintu studio.
Acara nonton sempat terancam batal karena yang lain dah pada masuk studio dan aku terjebak macet. Mana harus membawa satu kardus besar makanan pesanan teman dari Jogja. Sempet bingung juga harus naruh makanan dulu di kos atau langsung ke Royal dengan resiko dus bernilai 300 ribu itu tetep diatas motor dan dicolong orang. Opsi kedua yang aku ambil. Habis ngebet banget liat film yang diadaptasi dari buku pertamanya Andrea Hirata itu. Tepat 14.20 aku nyampe di depan studio 1 dan film dah dimulai lima menit sebelumnya. Gak papalah gak liat openingnya. Yang penting nonton.
First impression, kok dialognya kayak baca gitu ya. Kok anak-anaknya kaku gitu ya. Bayangan jelek itu langsung kelindes dengan pikiran kalo mungkin budaya ngomong disana kayak gitu. Adegan terus berlangsung dan aku tetap tidak terlalu terkesan. Tapi overall, yang jadi Mahar pas banget. Kemlinti, eh apa ya bahasa Indonesianya, pokoknya bener-bener seperti bayanganku. Yang lain, mmm. Agak gimana ya. To be honest, yang memukau hanya angle gambar sama soundtracknya. Dan disela-sela film, Ais melontarkan kalimat yang jadi quote of the day. "Bunda remotenya mana, diganti aja filmnya."
Apapun itu, aku angkat jempol buat Riri Reza dan Mira Lesmana. Terbayang deh betapa stres dan tersiksanya mereka. Khawatir dicaci karena pembaca buku kecewa dengan filmnya, bingung nyari pemain yang bukan artis tapi bisa berakting. Terus harus segera syuting karena film kudu tayang pas libur lebaran. Keliling Belitong buat nyari lokasi yang pas. Belum lagi brainstorming dengan banyak orang, mulai dari Andrea Hirata, orang asli Belitong sampai dengan banyak pihak yang berkepentingan dengan film ini. Duh. Capek pasti. Kerja keras mereka tetap harus dihargai. Jadi, film Laskar Pelangi tetap layak tonton. Hanya, jangan bawa high expectation saat melangkahkan kaki masuk pintu studio.
Friday, September 12, 2008
Miss Ya
Hai dad. What's up out there. Kinda miss you here. A lot. It's been 86 days and you never came and see me. Not even once. But thats OK. Maybe I deserve it. You know dad. I'm sorry. For not being such a great daughter to you. For not trying hard enough to keep you so you can stay a little longer with us. For not giving you lots of attention back then. Just before you got sick.
Dad, can you see me? What can I do to see you? Should I go with you so we can talk like those good old days? Yeah. I kept thingking bout that when I'm on the road. It's not nice, eh? Well, I have so many things to tell you. I'll figure it out how.
Love you dad.
Dad, can you see me? What can I do to see you? Should I go with you so we can talk like those good old days? Yeah. I kept thingking bout that when I'm on the road. It's not nice, eh? Well, I have so many things to tell you. I'll figure it out how.
Love you dad.
Sunday, April 06, 2008
aku bisa
Berkomitmen. Sepertinya hal itu sulit aku lakukan. Tidak mudah bagiku untuk tetap berada di satu jalan tanpa tergoda untuk berhenti, berbelok, atau bahkan balik kanan dan pulang.
Tapi mulai sekarang, ya detik ini juga. Aku akan berusaha. Berkomitmen untuk.....menurunkan berat badan. Hehehehehe. Semoga mulai besok aku bisa. Tidak ada target muluk-muluk. Smminggu turun sekilo aja cukup. Caranya, mungkin jalan pagi. Atau main skipping kalo malam
Baiklah. Minggu ini, berat badanku tercatat 67 kilo. Semoga hari minggu besok jadi 66, lalu 65, 64, 63 dan seterusnya. Blog ini menjadi jurnal yang akan mencatat, sekaligus menjadi penyemangat. Laporan akan dibuat tidak rutin, tapi rutin. Maksudnya terus diupdate. Tapi gak tau kapan. Hihihihihi
Tapi mulai sekarang, ya detik ini juga. Aku akan berusaha. Berkomitmen untuk.....menurunkan berat badan. Hehehehehe. Semoga mulai besok aku bisa. Tidak ada target muluk-muluk. Smminggu turun sekilo aja cukup. Caranya, mungkin jalan pagi. Atau main skipping kalo malam
Baiklah. Minggu ini, berat badanku tercatat 67 kilo. Semoga hari minggu besok jadi 66, lalu 65, 64, 63 dan seterusnya. Blog ini menjadi jurnal yang akan mencatat, sekaligus menjadi penyemangat. Laporan akan dibuat tidak rutin, tapi rutin. Maksudnya terus diupdate. Tapi gak tau kapan. Hihihihihi
Tuesday, March 18, 2008
I love you
Sudahkah kau baca itu sayang? Ya. Sudah seharusnya kau merasa bersemangat. Tidak usah kau risaukan hidupmu dengan masalah yang tak tentu. Hentikan keluhan, makian, dan rengekan yang selama ini kau keluarkan. Sudah saatnya kau buat hidupmu bermanfaat. Bergeraklah. Lakukan sesuatu.
Tentu sayang. Kau manusia yang tak luput dari masalah, kebosanan atau emosi yang naik turun. Tapi ingatkah kau tentang dia. Kepada dialah kau harusnya mencurahkan semuanya. Bukan orang lain. Menangislah jika kau ingin. Berteriaklah bila kau mau. Seperti dia yang bercerita tentang Nurmala, dan mendapat keteguhan untuk menghadapinya.
Oke sayang. Lakukan sekarang. Bukan nanti atau besok. Tapi sekarang. Godaan pasti datang. Tapi kuatkan keyakinan dan gandenglah dia. I love you.
Tentu sayang. Kau manusia yang tak luput dari masalah, kebosanan atau emosi yang naik turun. Tapi ingatkah kau tentang dia. Kepada dialah kau harusnya mencurahkan semuanya. Bukan orang lain. Menangislah jika kau ingin. Berteriaklah bila kau mau. Seperti dia yang bercerita tentang Nurmala, dan mendapat keteguhan untuk menghadapinya.
Oke sayang. Lakukan sekarang. Bukan nanti atau besok. Tapi sekarang. Godaan pasti datang. Tapi kuatkan keyakinan dan gandenglah dia. I love you.
Subscribe to:
Posts (Atom)